By Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp (republika.co.id)
Ada banyak alasan mengapa kita memulai bisnis. Namun ada tiga alasan utama yang membuat kita mau memulai bisnis. Tiga alasan itu adalah Financial Freedom, Passive Income, dan More Time.
Financial Freedom, kita memulai bisnis karena keinginan kita untuk terbebas dari masalah keuangan dan keterbatasan kemampuan keuangan. Kita ingin mampu memiliki segala sesuatu sesuai dengan keinginan, misalnya ingin membeli rumah bagus, kendaraan, atau baju bagus tanpa harus menunggu saat ada diskon. Atau ingin makan di restaurant favorit bersama keluarga dan bebas memilih makanan kesukaan tanpa harus melihat besaran angka yang ada di sebelah kanan menu yang kita inginkan.
Passive Income, dengan memilili bisnis kita membayangkan akan memiliki penghasilan tanpa harus selalu bekerja untuk mendapatkannya. Kita ingin bisnis yang kita miliki mengirimkan uang secara terus menerus. Ingin memiliki pendapatan yang terus mengalir selagi kita berlibur, selagi kita bepergian, bahkan kalau perlu selagi kita tidur.
More Time, hampir sebagian besar orang yang memulai bisnis membayangkan akan memiliki waktu yang lebih fleksibel. Tidak seperti ketika masih menjadi pekerja yang sangat terikat dengan aturan dan disiplin, harus masuk sesuai jam kerja lima hari dalam seminggu, bahkan kadang - kadang harus masuk di hari libur. Dengan memiliki bisnis sendiri kita berharap bisa berlibur kapan saja, mengantar dan menjemput anak ke sekolah, pulang kampung (buat saya sesuatu yang istimewa), atau mau melakukan apapun kapan saja tanpa harus izin sakit, izin ke ini, izin ke itu yang tidak menyenangkan sama sekali.
Setelah kita memulai berbisnis, hampir semua entrepreneurs yang saya jumpai dan termasuk saya tentunya pada awal - awal saya berbisnis, bukannya mendapatkan tiga hal di atas malah justru semakin jauh dari yang kita harapkan. Bukan Financial Freedom yang kita dapatkan malah semakin hari semakin banyak utang yang kita gali, bisnis seolah-olah tak pernah henti-hentinya membutuhkan tambahan modal.
Bulan lalu kita menyuntik dana, bulan ini tak terhindarkan lagi kita harus mencari utang kesana kemari untuk menutupi cash flow, kalau tidak kita tutupi maka karyawan tidak gajian, maka supplier tidak akan mengirimkan lagi barangnya kepada kita, dan begitulah terus tanpa ada hentinya sehingga hutang semakin dalam.
Passive Income? Kita sudah lupa lagi bahwa kita pernah membayangkan memiliki passive income dari bisnis, karena setiap hari kita selalu disibukkan dengan berbagai persoalan. Bulan lalu penjualan merosot sehingga bulan ini kita harus fokus untuk membenahi penjualan. Ketika penjualan mulai kita tangani dan membaik muncul masalah piutang yang membengkak sehingga cash flow kita terganggu. Besok, inventory kita yang terlalu tinggi dan macet di gudang, dan lagi- lagi cash flow selalu menjadi masalah.
Kita jadi frustasi karena tim kita sangat tergantung dengan kita, tidak bisa memutuskan sendiri, tidak ada inisiatif, harus selalu kita kejar-kejar, bahkan banyak perintah-perintah kita yang tidak berjalan atau tidak dijalankan. Bukannya passive income yang kita dapat tetapi very very very active income yang ada.
Setelah berbisnis, bukan More Time atau waktu berlebih yang kita dapatkan, kita bahkan sudah tidak bisa lagi pulang sore seperti ketika kita menjadi pegawai dulu. Sabtu dan minggu kadang kadang harus mengurusi bisnis, waktu untuk keluarga terganggu, libur menjadi barang mahal bagi kita. Ketika menjadi pegawai, kita senang kalau ada tanggal merah. Namun, setelah jadi entreprenuer justru sebaliknya, sebal kalau ada tanggal merah, karena yang lain libur kita tetap memikirkan pekerjaan sendirian.
Banyak entrepreneur yang kehilangan orientasi dalam berbisnis karena semakin peliknya situasi, semakin dalamnya permasalahan dan semakin kompleksnya proses bisnis yang dihadapi seiring dengan bertumbuhnya bisnis yang dimiliki. Umumnya entrepreneur memulai bisnis dengan bekal semangat dan mimpi besar, dan terus demikian semakin lama bisnisnya bertumbuh tanpa mengimbangi dirinya dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam berbisnis secara memadai.
Kalau kita lihat berbagai profesi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, menjadi dokter, pengacara, dosen, guru, bahkan tukang kayu, tukang las, ataupun pengemudi, semuanya memerlukan bekal pengetahuan dan keterampilan. Pengemudi perlu pengetahuan tentang jalan-jalan, pengetahuan tentang kendaraan yang dibawanya, dan juga perlu keterampilan dalam mengemudi, menghadapi kemacetan, melewati jalan menanjak, dan memberhentikan kendaraannya dengan aman.
Demikian juga dengan entrepreneur, kita tidak dapat membangun bisnis sesuai dengan keinginan kita tanpa pengetahuan dan keterampilan, membangun bisnis yang menjadi mesin pencetak uang bagi kita, bisnis yang jalan tanpa setiap saat mengharuskan kehadiran kita, dan bisnis yang bisa mengantarkan kita meraih impian-impian kita.
Pengetahuan dan Keterampilan, itulah kuncinya. Menjadi entrepreneurs dituntut untuk selalu menuntut ilmu dan belajar, tidak hanya belajar dari pengalaman kita sendiri tetapi juga harus belajar dari pengalaman orang lain, dengan membaca buku, majalah, atau mencari mentor dari entrepreneur yang sudah berhasil membangun bisnis. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki sebagai entreprenuer kita akan terhindar dari berbagai persoalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. *)
Sunday, August 16, 2009
Ilmu dan Keterampilan Bisnis
Saturday, December 27, 2008
A Job Versus A Business
Conrad said on his presentation many years ago;
Having a "job" is the worst method of generating income
and the most inefficient way to make money
Because your salary is based on time.
You can see the problem right away.
There is only so much time in a day! In order to make more money
you have to invest more time. This makes you miserable, tired, and cranky
Some other problems associated with having a job.
You can never get paid what your really worth.
You have to work long hours to make someone else wealthy.
You can't make more money unless you beg for a raise.
You have no freedom.
You have no leverage.
And the number one problem? You have to work in order to make money
Now let's look at the benefits of having a business:
You get paid what for what you are worth.
You get paid to make yourself wealthy.
You decide how much money you want to make.
You have freedom.
You have leverage
Monday, November 24, 2008
Wirausaha
Di sarikan dari buku, Membaca saham karya Ali Arifin dan email dari Didin Wahyudin
Dalam menyongsong pensiun muda atau bahkan memang berjiwa entrepreneur pemilihan bidang usaha sangat ditunjang dengan modal, minat dan hobby dan yang tak kalah penting skill.
Bidang unggulan bisa ditekuni antara lain;
1. Pabrikasi atau manufacturing seperti membuat home industry sepatu, boneka, dsb. namun masih diperlukan marketingnya alias keahlian menjual. Bisa buat tapi gak bisa jual tidak menghasilkan uang juga. yang paling bagus adalah di bidang makanan
2. Perdagangan alias tukang jualan atau salesman, istilah kerennya trading. Produk yang dihasilkan orang lain disalurkan ke konsumen, seperti toko, kios atau yang lebih bagusnya waralaba Indomart atau sejenisnya. Sangat dianjurkan adlah bidang makanan dan obat.
3. Jasa atau pelayanan seperti pengacara, bengkel, restoran, rental dll
4. Pertambangan seperti tambang emas pongkor kalau lagi beruntung dapat banyak, lagi apes?
No Pain No Gain. jadi perlu usaha keras!
tadi malam saya googling cari usaha yang enteng-enteng saja sepeti jualan voucher elektrik buat kawan di kantor, hanya saja marjinnya hanya 2 ribuan per transaksi (tapi tetap jualan alias jiwa asli saya yang trading/marketing dipakai). Ada yang pakai sistem MLM tapi tahu sendiri gelembung ke atas, hancur di bawah.
Perlu ngezoop biar bisa bersaing tapi masih ada marjin. entah nyari supplier mana di internet mah mahal, Bro!
Sunday, November 23, 2008
Pengalaman dengan habbatusauda.
Habbatussauda baru saya tahu dari TV selama Ramadhan 1429 H/2008M, waktu itu ada acara semacam penelusuran kebenaran al Quran sunah oleh mualaf yang bule Australia. Tentu saja saya percaya dengan yang dibawakannya karena kebiasaan bule adalah logis dan dengan cara scientific test proved disamping saya tidak meragukan kebenaran hadist.
Kebetulan kami mempunyai orang tua dan mertua yang sakit. Ibu saya sakit maag dan rematik sehingga badannya agak membungkuk menahan sakit, ayah saya 13 tahun lalu terkena stroke, namun dapat disembuhkan dengan pertolongan medis yang berbulan-bulan, hanya saja tekanan darah selalu tinggi sekitar 170. Ibu mertua terkena diabetes dan darah tinggi juga dan bapak mertua terkena nafas yang berat karena asap, saya sendiri walau baru 36 tahun tapi sudah darah tinggi sekitar 130-an mmHg.
Masalahnya beli dimana?
Sekitar lebaran kami menerima tamu yang menjual habbatusauda namun kehabisan stok jadi harus pesan seminggu lagi baru dapat setidaknya begitu. Kebetulan ada perlu ke apotik “Berbakti” di jalan Otista Bogor sebelum berangkat ke rumah orang tua saya, di apotek tersebut ada selebaran habbatS, dan hanya dapat satu botol yang HabbatS kapsul 200.
Setibanya di rumah orang tua saya berikan ke ibu dengan cara meminumnya dosis dsb sesuai brosurnya. Seminggu berlalu dan kami sudah kembali ke Bogor ibu menelepon kami setelah menanyakan kesehatan anak-anak kami, beliau berpesan kalau ke rumah ibu tolong bawakan Habbat lagi karena ibu merasa lebih segar dan tidak sakit pinggang lagi bahkan ayah yang tekanan darahnya 170 turun ke 140 mmHg. Saya cukup kaget juga, koq secepat itu reaksinya. Saya minta istri ke apotik yang sama dan untuk membeli lagi cukup banyak untuk sekalian mertua juga namun apa daya semua apotik di daerah kami kehabisan stok dan belum pasti ada yang memasok lagi.
Setelah seminggu mencari akhirnya saya memberanikan diri untuk mencari produk ini lewat internet, saya sangat skeptis dengan internet dimana penipuan, carding dll adalah hal yang lumrah di Indonesia! Internet bagi saya hanya untuk mencari informasi dan menulis blog saja.
Setelah googling akhirnya saya menemukan produk yang sama persis dengan yang tiga minggu dibeli di apotik. Pesanan awalnya hanya untuk keluarga saya saja dengan di alamatkan ke kantor karena lebih mudah ditemukan oleh petugas pos manapun, selama ini pesanan/kiriman dari luar negeripun pasti sampai ke tangan saya, masa dari negeri sendiri tidak, anda bisa lihat berapa paranoid dan tidak percayanya saya dengan orang negeri sendiri, bukan?
Kiriman datang dalam waktu 3 hari (kalau tidak salah), begitu dibuka beberapa orang di kantor langsung mengelilingi saya ingin tahu, saya bilang habbatusauda buat obat dan meningkatkan imunitas tubuh dan merupakan salah satu dari Hadist Rasulullah. Kebetulan ada brosurnya dan saya bagikan ke kawan yang ingin tahu ini, apa daya semua habbats buat keluarga diborong habis! Bruntung saya masih ada waktu seminggu buat pulang ke rumah ibu. Jum'at sorenya saya membuat order baru dan pesanan tiba Selasa, kali ini menyisakan sekitar sepertiganya dan itupun dengan memaksa, kalau itu untuk ibu saya atau sudah dipesan, dan saya tidak bisa mengabaikan pesanan orang. Waktu itu belum ada terpikirkan untuk berjualan atau menjadi agen.
Pengalaman dari para pengguna lainnya;
Pada pesanan pertama salah satu pemesan menderita semacam penyakit kulit yang telah diderita selama setahun dan sudah berobat ke dokter spesialis serta mencoba obat herbal lainnya. Minggu pertama bapak ini memberitahukan saya kalau gatal sudah jauh berkurang dan saya sarankan untuk menggunakan Habbats oil agar lebih cepat, minggu berikutnya ternyata permukaan merah pada kulit lengan sudah mengering. Sungguh menakjubkan. Obat dari dokter spesialis tetap dia dikonsumsi sesuai anjuran dokter tanpa ada kontradiksi dan efek samping, padahal tidak ada pengaruhnya selama ini tapi dengan bantuan habbats khasiatnya baru ada atau malah habbat yang bekerja sementara obat dokter numpang lewat saja. Kawan yang lain yang suka naik motor dan pernah kecelakaan menderita nyeri dipersendian pun mengabarkan hal yang sama dimana nyeri menghilang dengan sendirinya setelah meminum Habbats kapsul.
Khabar lain adalah yang menderita gula darah tinggi sampai 400 setelah mengkonsumsi selama beberapa minggu gula darah menjadi 200-an. Seorang ibu dari kawan istri saya menkonsumsi habbats sehat untuk asma juga merasakan ada perubahan yang signifikan dibanding obat lain yang telah dicoba bertahun-tahun. Para pengguna habbats ini selalu memesan kembali ke kami dan membuktikan kemanjurannya sendiri tapi harus saya berkoar-koar seperti tukang obat di tepi jalan (maaf bagi penjual daya ini).
Saya sudah membaca testemoni di webpage habbats dan thread diberbagai milis, tapi apakah benar setelah terbukti di depan mata saya sayapun 100% yakin.
Bukti-bukti ini membuat saya dan istri menyakini produk habbats benar-benar amanah bukan abal-abal dan betul-betul manjur sesuai dengan sunnah, maka pesanan berikutnya dan berikutnya lagi saya mengajukan menjadi agen agar lebih banyak lagi yang tertolong dari sakitnya. Juga mngajak beberapa kawan dekat urut menjadi agen di daerah Cijantung dan Cibubur sert Bogor sendiri. Mengapa tidak saya kelola sendirian saja menggarap pasar ini? Karena kami nyambi selain jadi karyawan akan efektif kalau bagi-bagi area. Doakan kami agar berhasil...Amin.
Thursday, November 13, 2008
Sambilan
Demi tidak seumur-umur jadi orang gajian, banyak dari kawan-kawan di kantor telah mulai usaha sampingan yang masih dipegang 100% sendiri. Susah dapat orang yang dipercaya dapat menjalankan usaha dan memegang uang.
Saya ada kawan yang waktu krisis 1998 mulai ikut nimbrung dan sangat jujur untuk ukuran saya tentunya. Giat dan cuek juga sangat sederhana usahanyapun sangat sederhana pemikirannya juga. Tapi jangan tanya kerja keras,tekad dan kemauannya memajukan sesama.
Yang dia rintis sekarang adalah menghasilkan dan menjual toge langsung. Sangat simple tapi mencoba memberdayakan pengangguran di sekitarnya. Andai pemuda banyak seperti dia, angka pengangguran bisa ditekan dengan ide-ide sederhana.
Dia dan saya mempunyai hobby jualan (termasuk ide) hal-hal yang sederhana yang dilupakan orang mapan (gajian). Tahun depan dampak krisis akan mulai terasa di Indonesia! Pabrik mobil, sepatu, semen, pakaian mulai kehilangan pasar Internasional.
Pasar dalamnegeri juga akan mulai sedikit terkena imbasnya. Angka pengangguran dan PHK akan banyak. Di Thailand pabrik semen sudah mulai berhenti berproduksi, di China industri mobil mulai merumahkan karyawannya karena mengurangi produksi.
Bukan menakuti tapi bersiaplah dampak krisis ini sudah di depan mata. Carilah peluang sampingan! Yang akan terasa adalah daya beli masyarakat yang menurun tajam.
.jpg)